<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5679260488441065969</id><updated>2012-02-16T17:17:10.867-08:00</updated><title type='text'>couth stafell</title><subtitle type='html'>this website for everyone</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://studyft.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ALFIYAN BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02900870774894045009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5679260488441065969.post-1826262999630731556</id><published>2010-08-01T23:02:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T23:04:48.832-07:00</updated><title type='text'>SUBNETTING</title><content type='html'>&lt;p&gt;Subnetting adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator  jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih  efisien. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak  dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur.  Dengan subnetting, anda bisa membuat network dengan batasan host yang  lebih realistis sesuai kebutuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan  bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang mewakili netword ID dan  bagian mana yang mewakili host ID.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID  yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit  untuk kelas C. Subnetting mengizinkan anda memilih angka bit acak  (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Dua alasan utama melakukan subnetting:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien. Jika  internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network  akan memliki 254, 65.000, atau 16 juta IP address untuk host devicenya.  Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254,  namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki  host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari  254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan  menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-77"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Alasan kedua adalah, walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host  device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang  sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua  komputer dengan network ID yang sama harus berada di physical network  yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama,  yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk  network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke  dalam domain broadcast yang lebih kecil – bahkan lebih kecil – dari  Class C address.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Subnets&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Subnet adalah network yang berada di dalam sebuah network lain (Class  A, B, dan C). Subnets dibuat menggunakan satu atau lebih bit-bit di  dalam host Class A, B, atau C untuk memperlebar network ID. Jika standar  network ID adalah 8, 16, dan 24 bit, maka subnet bisa memiliki panjang  network ID yang berbeda-beda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gambar di Picture 1 menunjukkan sebuah network sebelum dan sesudah  subnetting diaplikasikan. Di dalam jaringan yang tidak subnetkan,  network ditugaskan ke dalam Address di Class B 144.28.0.0. Semua device  di dalam network ini harus berbagi domain broadcast yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di network yang ke dua, empat bit pertama host ID digunakan untuk  memisahkan network ke dalam dua bagian kecil network – diidentifikasikan  dengan subnet 16 dan 32. Bagi dunia luar (di sisi luar router), kedua  network ini tetap akan tampak seperti sebuah network dengan IP  144.28.0.0. Sebagai contoh, dunia luar menganggap device di 144.28.16.22  dimiliki oleh jaringan 144.28.0.0. Sehingga, paket yang dikirim ke  device ini dikirim ke router di 144.28.0.0. Router kemudian melihat  bagian subnet dari host ID untuk memutuskan apakah paket diteruskan ke  subnet 16 atau 32.&lt;/p&gt;&lt;h2 style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Subnet Mask&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Subnet Mask adalah pola bit yang mendefinisikan porsi alamat IP yang  mewakili alamat subnet. Karena organisasi octet dari setiap class alamat  IP sudah didefinisikan semua, maka maksud pertama dari subnet mask  tidak jelas, tetapi mempunyai alasan yang bagus mengenai keberadaanya.&lt;/p&gt; &lt;table style="width: 300px; text-align: center;" align="center" border="1" cellpadding="4" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Class IP&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Subnet Mask Default&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;A&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;255.0.0.0&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;255.255.0.0&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;C&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;255.255.255.0&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Agar subnet dapat bekerja, router harus diberi tahu bagian mana dari  host ID yang digunakan untuk network ID subnet. Cara ini diperoleh  dengan menggunakan angka 32 bit lain, yang dikenal dengan subnet mask.  Bit IP address yang mewakili network ID tampil dengan angka 1 di dalam  mask, dan bit IP address yang menjadi host ID tampil dengan angka 0 di  dalam mask. Jadi biasanya, sebuah subnet mask memiliki deretan  angka-angka 1 di sebelah kiri, kemudian diikuti dengan deretan angka 0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai contoh, subnet mask untuk subnet di Picture 1 – dimana  network ID yang berisi 16 bit network ID ditambah tambahan 4-bit subnet  ID – terlihat seperti ini:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;11111111 11111111 11110000 00000000&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau dengan kata lain, 20 bit pertama adalah 1, dan sisanya 12 bit  adalah 0. Jadi, network ID memiliki panjang 20 bit, dan bagian host ID  yang telah disubnetkan memiliki panjang 12 bit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk menentukan network ID dari sebuah IP address, router harus  memiliki kedua IP address dan subnet masknya. Router kemudian  menjalankan operasi logika AND di IP address dan mengekstrak  (menghasilkan) network ID. Untuk menjalankan operasi logika AND, tiap  bit di dalam IP address dibandingkan dengan bit subnet mask. Jika kedua  bit 1, maka hasilnya adalah, Jika salah satu bit 0, maka hasilnya adalah  0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai contoh, berikut ini adalah contoh network address yang di  hasilkan dari IP address menggunakan 20-bit subnet mask dari contoh  sebelumnya.&lt;br /&gt;144. 28. 16. 17.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IP address (biner) 10010000 00011100 00100000 00001001&lt;br /&gt;Subnet mask 11111111 11111111 11110000 00000000&lt;br /&gt;Network ID 10010000 00011100 00100000 00000000&lt;/p&gt; &lt;p&gt;144. 28. 16. 0&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi network ID untuk subnet ini adalah 144.28.16.0&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Subnet mask, seperti juga IP address ditulis menggunakan notasi  desimal bertitik (dotted decimal notation). Jadi 20-bit subnet mask  seperti contoh diatas bisa dituliskan seperti ini: 255.255.240.0&lt;br /&gt;Subnet mask:&lt;br /&gt;11111111 11111111 11110000 00000000&lt;br /&gt;255. 255. 240. 0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan bingung membedakan antara subnet mask dengan IP address.  Sebuah subnet mask tidak mewakili sebuah device atau network di  internet. Cuma menandakan bagian mana dari IP address yang digunakan  untuk menentukan network ID. Anda dapat langsung dengan mudah mengenali  subnet mask, karena octet pertama pasti 255, 255 bukanlah octet yang  valid untuk IP address class.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Aturan-aturan Dalam Membuat Subnet mask&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Angka minimal untuk network ID adalah 8 bit. Sehingga, octet pertama dari subnet pasti 255.&lt;br /&gt;2. Angka maximal untuk network ID adalah 30 bit. Anda harus menyisakan  sedikitnya 2 bit untuk host ID, untuk mengizinkan paling tidak 2 host.  Jika anda menggunakan seluruh 32 bit untuk network ID, maka tidak akan  tersisa untuk host ID. Ya, pastilah nggak akan bisa. Menyisakan 1 bit  juga tidak akan bisa. Hal itu disebabkan sebuah host ID yang semuanya  berisi angka 1 digunakan untuk broadcast address dan semua 0 digunakan  untuk mengacu kepada network itu sendiri. Jadi, jika anda menggunakan 31  bit untuk network ID dan menyisakan hanya 1 bit untuk host ID, (host ID  1 digunakan untuk broadcast address dan host ID 0 adalah network itu  sendiri) maka tidak akan ada ruang untuk host sebenarnya. Makanya  maximum network ID adalah 30 bit.&lt;br /&gt;3. Karena network ID selalu disusun oleh deretan angka-angka 1, hanya 9  nilai saja yang mungkin digunakan di tiap octet subnet mask (termasuk  0). Tabel berikut ini adalah kemungkinan nilai-nilai yang berasal dari 9  bit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Binary Octet Decimal&lt;br /&gt;00000000 0&lt;br /&gt;10000000 128&lt;br /&gt;11000000 192&lt;br /&gt;11100000 224&lt;br /&gt;11110000 240&lt;br /&gt;11111000 248&lt;br /&gt;11111100 252&lt;br /&gt;11111110 254&lt;br /&gt;11111111 255&lt;br /&gt;Private dan Public Address&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Host apapun dengan koneksi langsung ke internet harus memiliki IP  address unik global. Tapi, tidak semua host terkoneksi langsung ke  internet. Beberapa host berada di dalam network yang tidak terkoneksi ke  internet. Beberapa host terlindungi firewall, sehingga koneksi internet  mereka tidak secara langsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa blok IP address khusus digunakan untuk private network atau  network yang terlindungi oleh firewall. Terdapat tiga jangkauan (range)  untuk IP address tersebut seperti di tabel berikut ini. Jika anda ingin  menciptakan jaringan private TCP/IP, gunakan IP address di tabel ini.&lt;br /&gt;CIDR Subnet Mask Address Range&lt;br /&gt;10.0.0.0/8 255.0.0.0 10.0.0.1 – 10.255.255.254&lt;br /&gt;172.16.0.0/12 255.255.240.0 172.16.1.1 – 172.31.255.254&lt;br /&gt;192.168.0.0/16 255.255.0.0 192.168.0.1 – 192.168.255.254&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5679260488441065969-1826262999630731556?l=studyft.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyft.blogspot.com/feeds/1826262999630731556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/subnetting_01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/1826262999630731556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/1826262999630731556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/subnetting_01.html' title='SUBNETTING'/><author><name>ALFIYAN BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02900870774894045009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5679260488441065969.post-6243061449975417324</id><published>2010-08-01T22:49:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T22:57:17.483-07:00</updated><title type='text'>JARINGAN TCP/IP</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;strong&gt;PROTOKOL &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;strong&gt;TCP / IP&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Internet Protocol&lt;/em&gt; dikembangkan pertama kali oleh &lt;em&gt;Defense Advanced Research Projects Agency&lt;/em&gt;  ( DARPA) pada tahun 1970 sebagai awal dari usaha untuk mengembangkan  protokol  yang dapat melakukan interkoneksi berbagai jaringan komputer  yang terpisah, yang masing-masing jaringan tersebut menggunakan  teknologi yang berbeda. Protokol utama yang dihasilkan proyek ini adalah  &lt;em&gt;Internet Protocol&lt;/em&gt; (IP). Riset yang sama dikembangkan pula  yaitu beberapa protokol level tinggi yang didesain dapat bekerja  dengan  IP. Yang paling penting dari proyek tersebut adalah &lt;em&gt;Transmission Control Protocol&lt;/em&gt; (TCP), dan semua grup protocol diganti dengan TCP/IP &lt;em&gt;suite&lt;/em&gt;.  Pertamakali TCP/IP diterapkan di ARPANET, dan mulai berkembang  setelah  Universitas California di Berkeley mulai menggunakan TCP/IP  dengan  sistem operasi  UNIX.  Selain &lt;em&gt;Defense Advanced Research Projects Agency&lt;/em&gt; (DARPA) ini yang mengembangkan &lt;em&gt;Internet Protocol&lt;/em&gt;, yang juga mengembangkan TCP/IP adalah &lt;em&gt;Department of defense&lt;/em&gt; (DOD).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;TCP/IP (&lt;em&gt;Transmission Control Protocol / Internet Protocol&lt;/em&gt; )  adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar  komputer, protokol ini memungkinkan terjadinya hubungan antara berbagai  jenis perangkat keras dan perangkat lunak. Protokol adalah aturan atau  sekumpulan aturan dan standar yang memungkinkan komputer untuk dapat  saling berkomunikasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paket protokol TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI di publikasikan,  karenanya TCP/IP tidak menggunakan model OSI sebagai rujukan. Model  TCP/IP hanya terdiri dari empat &lt;em&gt;layer&lt;/em&gt; yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span id="more-132"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;1. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Network Access Layer&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Protokol pada &lt;em&gt;layer&lt;/em&gt; ini menyediakan media bagi sistem untuk mengirimkan data ke &lt;em&gt;device&lt;/em&gt; lain yang terhubung secara langsung. &lt;em&gt;Network Access Layer &lt;/em&gt;merupakan gabungan antara &lt;em&gt;Network, Data Link &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Physical Layer&lt;/em&gt;. Fungsi &lt;em&gt;Network Access Layer &lt;/em&gt;dalam TCP/IP disembunyikan, dan protocol yang lebih umum dikenal (IP, TCP, UDP, dll) digunakan sebagai &lt;em&gt;protocol-level &lt;/em&gt;yang lebih tinggi. Fungsi dalam &lt;em&gt;layer &lt;/em&gt;ini adalah mengubah IP &lt;em&gt;datagram &lt;/em&gt;ke&lt;em&gt; frame &lt;/em&gt;yang ditransmisikan oleh &lt;em&gt;network&lt;/em&gt;, dan memetakan IP Address ke &lt;em&gt;physical address &lt;/em&gt;yang digunakan dalam jaringan. IP &lt;em&gt;Address &lt;/em&gt;ini harus diubah ke alamat apapun yang diperlukan untuk &lt;em&gt;Physical Layer&lt;/em&gt; untuk mentransmisikan datagram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;2. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Internet Layer&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Internet Layer&lt;/em&gt; berisi protokol yang bertanggung jawab dalam pengalamatan dan &lt;em&gt;routing &lt;/em&gt;paket . &lt;em&gt;Internet&lt;/em&gt; layer terdiri dari beberapa protokol diantaranya :&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Internet Protocol&lt;/em&gt; (IP)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Protokol IP merupakan inti dari protokol TCP/IP. Seluruh data yang berasal dari protokol pada &lt;em&gt;layer&lt;/em&gt;  di atas IP harus dilewatkan, diolah oleh protokol IP, dan dipancarkan  sebagai paket IP, agar sampai ke tujuan. Dalam melakukan pengiriman  data, IP memiliki sifat yang dikenal sebagai &lt;em&gt;unreliable, connectionless, datagram delivery service&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; Unreliable&lt;/em&gt; berarti bahwa Protokol IP tidak menjamin  datagram yang dikirim pasti akan sampai ke tempat tujuan. Protokol IP  hanya berjanji akan melakukan usaha sebaik-baiknya (&lt;em&gt;best effort delivery service&lt;/em&gt;),  agar paket yang dikirim tersebut sampai ke tujuan. Jika di perjalanan  terjadi hal-hal yang diinginkan misalnya salah satu jalur putus, &lt;em&gt;router down&lt;/em&gt;, atau &lt;em&gt;host/network &lt;/em&gt;tujuan sedang &lt;em&gt;down.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; Connectionless &lt;/em&gt;berarti dalam mengirim paket dari tempat  asal ke tujuan, pihak pengirim dan penerima paket IP sama sekali tidak  mengadakan perjanjian (&lt;em&gt;handshake&lt;/em&gt;) terlebih dahulu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; Datagram delivery service&lt;/em&gt; berarti setiap paket data yang  dikirim adalah independen terhadap paket data yang lain. Akibatnya jalur  yang ditempuh ileh masing-masing paket data IP ke tujuannya bias jadi  berbeda satu dengan yang lainnya. Karena jalur yang ditempuh berbeda,  kedatangan paket pun bias jadi tidak berurutan.&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Address Resolution Protocol&lt;/em&gt; (ARP)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;ARP adalah sebuah protokol dalam TCP/IP &lt;em&gt;Protocol Suite&lt;/em&gt; yang bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat &lt;em&gt;Media Access Control&lt;/em&gt; (MAC &lt;em&gt;Address&lt;/em&gt;).Ketika  sebuah aplikasi yang mendukung teknologi protokol jaringan TCP/IP  mencoba untuk mengakses sebuah host TCP/IP dengan menggunakan alamat IP,  maka alamat IP yang dimiliki oleh host yang dituju harus diterjemahkan  terlebih dahulu ke dalam MAC &lt;em&gt;Address&lt;/em&gt; agar &lt;em&gt;frame-frame &lt;/em&gt;data  dapat diteruskan ke tujuan dan diletakkan di atas media transmisi  (kabel, radio, atau cahaya), setelah diproses terlebih dahulu oleh &lt;em&gt;Network Interface Card &lt;/em&gt;(NIC).&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Internet Control Message Protocol&lt;/em&gt; (ICMP)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;ICMP atau &lt;em&gt;Internet Control Message Protocol&lt;/em&gt; adalah protokol  yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang  memerlukan perhatian khusus. Pesan atau paket ICMP dikirim jika terjadi  masalah pada &lt;em&gt;layer &lt;/em&gt;IP dan &lt;em&gt;layer &lt;/em&gt;atasnya (TCP/UDP)&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Internet Group Management Protocol&lt;/em&gt; (IGMP)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Internet&lt;/em&gt; Group Management Protocol (IGMP) adalah protokol komunikasi yang digunakan untuk mengelola keanggotaan &lt;em&gt;Internet&lt;/em&gt; Protokol &lt;em&gt;multicast &lt;/em&gt;grup. IGMP digunakan oleh IP &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;dan sekitar &lt;em&gt;multicast router&lt;/em&gt; untuk membentuk keanggotaan grup &lt;em&gt;multicast&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;3. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Transport Layer&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Transport Layer &lt;/em&gt;menentukan bagaimana &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;pengirim dan &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;penerima dalam membentuk sebuah sambungan sebelum kedua &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;tersebut berkomuikasi, serta seberapa sering kedua &lt;em&gt;host&lt;/em&gt; ini akan mengirim &lt;em&gt;acknowledgment &lt;/em&gt;dalam sambungan tersebut satu sama lainnya. &lt;em&gt;Transport layer&lt;/em&gt; hanya terdiri dari dua protokol,yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;li&gt;TCP ( &lt;em&gt;Transmission Control Protocol&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;TCP(&lt;em&gt;Transmission Control Protocol&lt;/em&gt;) adalah salah satu jenis protokol transfer data. TCP mempunyai karakteristik sebagai protokol yang berorientasi koneksi (&lt;em&gt;Connection oriented&lt;/em&gt;). Sebelum terjadi proses tranfer data, maka yang pertama dilakukan adalah kedua belah pihak melakukan &lt;em&gt;call request&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;call accept&lt;/em&gt;. Protokol TCP menggunakan jalur data &lt;em&gt;full duplex&lt;/em&gt;  yang berarti antara kedua host terdapat dua buah jalur, jalur masuk dan  jalur keluar sehingga data dapat dikirimkan secara simultan.&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;li&gt;UDP (&lt;em&gt;User Datagram Protocol&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;UDP (&lt;em&gt;User Datagram Protocol&lt;/em&gt;) adalah jenis transfer data yang lain dari TCP. UDP mempunyai karateristik &lt;em&gt;connectionless &lt;/em&gt;(tidak berbasis koneksi). Dengan kata lain, data yang dikirimkan dalam bentuk paket tidak harus melakukan &lt;em&gt;call setup &lt;/em&gt;seperti pada TCP. Selain itu, data dalam protokol UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor &lt;em&gt;identifier&lt;/em&gt;. Sehingga sangat besar sekali kemungkinan data sampai tidak berurutan dan sangat mungkin hilang/rusak dalam perjalananan dari &lt;em&gt;host&lt;/em&gt; asal ke &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;tujuan. Tergantung pada &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;penerima/tujuan, apakah akan meminta kembali paket yang rusak atau hilang.&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;4. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Application Layer&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Aplication layer&lt;/em&gt; merupakan layer yang melayani permintaan  data atau servis, aplikasi pada layer ini menunggu di portnya  masing-masing dalam suatu antrian untuk diproses. &lt;em&gt;Aplication layer &lt;/em&gt;bukanlah tempat bagi &lt;em&gt;word processor, spreadsheet, internet browser&lt;/em&gt; atau yang lainnya akan tetapi aplikasi yang berjalan pada&lt;em&gt; application layer&lt;/em&gt; berinteraksi dengan &lt;em&gt;word processor, spreadsheet, internet browser &lt;/em&gt;atau yang lainnya, contoh aplikasi populer yang bekerja pada layer ini yaitu:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;TELNET&lt;em&gt; (Network Terminal Protocol)&lt;/em&gt;, yang menyediakan &lt;em&gt;remote login&lt;/em&gt; dalam jaringan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;FTP (&lt;em&gt;File Transfer Protocol)&lt;/em&gt;, digunakan untuk &lt;em&gt;file&lt;/em&gt; transfer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;c. &lt;/em&gt;SMTP (&lt;em&gt;Simple Mail Transfer Protocol&lt;/em&gt;), dugunakan untuk mengirimkan &lt;em&gt;electronic mail.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;DNS (&lt;em&gt;Domain Name Service)&lt;/em&gt;, untuk memetakan IP &lt;em&gt;Address&lt;/em&gt; ke dalam nama tertentu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;e. &lt;/em&gt;RIP (&lt;em&gt;Routing Information Protocol&lt;/em&gt;), protokol &lt;em&gt;routing.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;OSPF (&lt;em&gt;Open Shortest Path First&lt;/em&gt;), protokol &lt;em&gt;routing&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NFS (&lt;em&gt;Network File System&lt;/em&gt;) untuk &lt;em&gt;sharing file&lt;/em&gt; terhadap berbagai &lt;em&gt;host&lt;/em&gt; dalam jaringan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HTTP (&lt;em&gt;Hyper Text Transfer Protokol&lt;/em&gt;), protokol untuk &lt;em&gt;web browsing&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Protokol-protokol Jaringan :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;- TCP/IP –&gt; umum&lt;br /&gt;- Apple Talk –&gt; pada jaringan Apple&lt;br /&gt;- NetBEUI –&gt; pada Windows&lt;br /&gt;- IPX –&gt; pada Novell&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Protokol yang paling umum di jaringan komputer –&gt; TCP/IP.&lt;br /&gt;TCP/IP protokol dari internet.&lt;br /&gt;TCP = Transmission Control Protocol&lt;br /&gt;IP = Internet Protokol&lt;/p&gt; &lt;p&gt;OSI Layer :                      TCP/IP Layer :&lt;br /&gt;- Application Layer    |&lt;br /&gt;- Presentation Layer   | ——&gt; Application Layer&lt;br /&gt;- Session Layer        |&lt;br /&gt;- Transport Layer      ——–&gt; Transport Layer&lt;br /&gt;- Network Layer        ——–&gt; Network Layer&lt;br /&gt;- Data Link Layer      ——–&gt; Data Link Layer&lt;br /&gt;- Physical Layer       ——–&gt; Physical Layer&lt;br /&gt;Pembagian OSI layer sebagai standard dari jaringan dan mempermudah dalam mempelajari jaringan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Application Layer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;—————–&lt;br /&gt;- FTP –&gt; transfer file –&gt; 20/21 =&gt; nomort port jaringan&lt;br /&gt;- HTTP –&gt; web –&gt; 80&lt;br /&gt;- DNS –&gt; nama domain –&gt; 53&lt;br /&gt;- SMTP –&gt; kirim mail –&gt; 25&lt;br /&gt;- POP3 –&gt; ambil mail –&gt; 110&lt;br /&gt;- IMAP –&gt; akses mail –&gt; 143&lt;br /&gt;- Telnet –&gt; remote –&gt; 23&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Transport Layer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;—————&lt;br /&gt;- Reliable connection  –&gt; TCP –&gt; analogi seperti menelpon&lt;br /&gt;- Unreliable connection  –&gt; UDP –&gt; analogi seperti kirim surat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Koneksi TCP/IP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;—                 —&lt;br /&gt;|   |—–SYN—–&gt; |   |&lt;br /&gt;| A |&lt;–ACK + SYN– | B |&lt;br /&gt;|   |—–ACK—–&gt; |   |&lt;br /&gt;— —-data—–&gt;  —&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Network Layer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;————-&lt;br /&gt;- IP –&gt; Pengalamatan Logical&lt;br /&gt;- ICMP –&gt; Error message&lt;br /&gt;- ARP –&gt; Penerjemahan MAC Addres dari Suatu IP address&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MAC Address –&gt; pengalamatan fisik, sudah integrasi dengan NIC.&lt;br /&gt;NIC (Network Interface Card)/kartu jaringan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Data Link layer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;—————&lt;br /&gt;Ethernet, WiFi, Token Ring, SLIP (kabel serial), FDDI, PPP (modem)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Physical Layer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;————–&lt;br /&gt;Coaxial (thinnet,thicknet), twisted pair, fiber optic&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;IP Address&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;br /&gt;Larangan IP address :&lt;br /&gt;- oktet 1 tidak boleh sama dengan 0&lt;br /&gt;IP 0.0.0.0 dan netmask 0.0.0.0 digunakan untuk menunjuk ke&lt;br /&gt;semua IP address.&lt;br /&gt;- oktet 1 tidak boleh lebih dari 223&lt;br /&gt;IP yang digunakan untuk komersial adalah IP di kelas A,&lt;br /&gt;kelas B, Kelas C atau oktet pertama dari 1 sampai 223.&lt;br /&gt;- oktet 1 tidak boleh sama dengan 127&lt;br /&gt;Karena digunakan oleh IP loopback/localhost, yaitu IP yang&lt;br /&gt;mengarah ke komputer itu sendiri.&lt;br /&gt;- oktet 4 tidak boleh sama dengan 0 atau 255 untuk kelas C.&lt;br /&gt;oktet 4 = 0 sering digunakan sebagai network ID.&lt;br /&gt;oktet 4 = 255 sering digunakan sebagai broadcast.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;——————————————–&lt;br /&gt;****                                    ****&lt;br /&gt;****       Konfigurasi Jaringan         ****&lt;br /&gt;****             di Linux               ****&lt;br /&gt;****                                    ****&lt;br /&gt;——————————————–&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Pengecekan device jaringan (NIC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;================================&lt;br /&gt;1. Pengecekan NIC yang terpasang&lt;br /&gt;# lspci        –&gt; bila NIC berupa device card/onboard&lt;br /&gt;# lsusb        –&gt; bila NIC berupa device USB&lt;br /&gt;2. Pengecekan NIC yang siap digunakan&lt;br /&gt;# ifconfig -a&lt;br /&gt;jenis-jenis device :&lt;br /&gt;- eth0 = ethernet card&lt;br /&gt;- lo   = loopback&lt;br /&gt;- wlan0 = wireless&lt;br /&gt;- ath0 = wireless merk Atheros&lt;br /&gt;- ppp0 = modem dialup/3G/CDMA/GPRS sedang aktif&lt;br /&gt;- tun0/tap0 = device tunnel (VPN)&lt;br /&gt;3. Pengecekan koneksi kabel di ethernet&lt;br /&gt;# mii-tool&lt;br /&gt;- 100 Base TX –&gt; 100 Mbps Baseband Twisted Pair&lt;br /&gt;- 10 Base 2 –&gt; 10 Mbps Baseband Thinnet Coaxial&lt;br /&gt;- 10 Base 5 –&gt; 10 Mbps Baseband Thicknet Coaxial&lt;br /&gt;- 1000 Base F –&gt; 1000 Mbps Baseband Fiber Optic&lt;br /&gt;# ethtool eth0&lt;br /&gt;4. Pengecekan area hotspot wireless&lt;br /&gt;# iwlist scan&lt;br /&gt;5. Pengecekan device bluetooth terdekat&lt;br /&gt;# hcitool scan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;IP address yang harus diatur agar terkoneksi ke internet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;——————————————————–&lt;br /&gt;- IP Address   —&gt; pengalamatan&lt;br /&gt;- Netmask      —&gt; pembagian network ID dan host ID&lt;br /&gt;- Gateway      —&gt; Menghubungkan ke jaringan luar /Internet&lt;br /&gt;- DNS          —&gt; Menerjemahkan nama domain menjadi IP address&lt;br /&gt;(Internet Service Provider)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Pengaturan IP address komputer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;==============================&lt;br /&gt;Penggunaan : ifconfig [device] [IP address]&lt;br /&gt;ifconfig [device] [IP address]/[prefix]&lt;br /&gt;ifconfig [device] [IP address] netmask [netmask]&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;# ifconfig eth0 192.168.10.49 –&gt; netmask 255.255.255.0&lt;br /&gt;# ifconfig eth0 192.168.10.49/28&lt;br /&gt;# ifconfig eth0 192.168.10.49 netmask 255.255.255.240&lt;br /&gt;Pengecekan :&lt;br /&gt;# ifconfig eth0&lt;br /&gt;# ping -c3 192.168.10.62 –&gt; IP dalam satu network ID&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Pengaturan default route (gateway)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;==================================&lt;br /&gt;Penggunaan : route add default gw [IP Gateway]&lt;br /&gt;route del default   –&gt; hapus default route&lt;br /&gt;route add -net [network tujuan]/[prefix] gw [IP gateway]&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;# route add default gw 192.168.10.62&lt;br /&gt;# route del default&lt;br /&gt;# route add -net 192.168.1.0/24 gw 192.168.10.62&lt;br /&gt;Pengecekan :&lt;br /&gt;# route -n&lt;br /&gt;# ping -c3 192.168.1.1 –&gt; IP dalam network yang berbeda&lt;br /&gt;# ping -c3 202.134.0.155&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Pengaturan DNS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;==============&lt;br /&gt;Pengaturan :&lt;br /&gt;# vim /etc/resolv.conf&lt;br /&gt;——–isi dengan———&lt;br /&gt;# Primary DNS&lt;br /&gt;nameserver 192.168.1.1&lt;br /&gt;# Secondary DNS&lt;br /&gt;nameserver 202.134.0.155&lt;br /&gt;—————————&lt;br /&gt;Pengecekan :&lt;br /&gt;# nslookup detik.com&lt;br /&gt;# dig yahoo.com&lt;br /&gt;# host nurulfikri.com&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Pengaturan IP Address secara automatic/dinamis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;==============================================&lt;br /&gt;menggunakan fasilitas DHCP, oleh karena itu harus ada&lt;br /&gt;DHCP server di jaringan tersebut.&lt;br /&gt;Pengaturan :&lt;br /&gt;# dhclient eth0&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Pengaturan IP address secara permanen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;=====================================&lt;br /&gt;Cara 1 :&lt;br /&gt;# vim /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0&lt;br /&gt;——–contoh menggunakan IP Dinamis—————-&lt;br /&gt;DEVICE=eth0&lt;br /&gt;*    BOOTPROTO=dhcp&lt;br /&gt;HWADDR=00:26:22:CE:C2:C1&lt;br /&gt;ONBOOT=yes&lt;br /&gt;*    DHCP_HOSTNAME=PC-toto&lt;br /&gt;PEERDNS=no   –&gt; /etc/resolv.conf tidak akan diubah&lt;br /&gt;oleh DHCP&lt;br /&gt;—————————————————–&lt;/p&gt; &lt;p&gt;——–contoh menggunakan IP Statis—————–&lt;br /&gt;DEVICE=eth0&lt;br /&gt;*    BOOTPROTO=none&lt;br /&gt;HWADDR=00:26:22:CE:C2:C1&lt;br /&gt;ONBOOT=yes&lt;br /&gt;*    IPADDR=192.168.10.53&lt;br /&gt;*    NETMASK=255.255.255.240&lt;br /&gt;*    GATEWAY=192.168.10.62&lt;br /&gt;—————————————————–&lt;br /&gt;# service network restart&lt;/p&gt; &lt;p&gt;****** Pada Distro lain ************&lt;br /&gt;Ubuntu/Debian –&gt; /etc/network/interfaces&lt;br /&gt;Slackware –&gt; /etc/rc.d/rc.inet1.conf&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cara 2 :&lt;br /&gt;# setup&lt;br /&gt;pilih Network configuration&lt;br /&gt;Bila sudah restart service network&lt;br /&gt;# service network restart&lt;/p&gt; &lt;p&gt;****** Pada Distro lain ************&lt;br /&gt;SuSE –&gt; yast&lt;br /&gt;Mandriva –&gt; drakxconf&lt;br /&gt;Slackware –&gt; netconfig&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5679260488441065969-6243061449975417324?l=studyft.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyft.blogspot.com/feeds/6243061449975417324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/jaringan-tcpip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/6243061449975417324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/6243061449975417324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/jaringan-tcpip.html' title='JARINGAN TCP/IP'/><author><name>ALFIYAN BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02900870774894045009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5679260488441065969.post-8396951989671134699</id><published>2010-08-01T22:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T22:48:16.267-07:00</updated><title type='text'>TIPE JARINGAN LAN DAN CARE PEMASANGANNYA</title><content type='html'>&lt;p&gt;Artikel singkat ini mungkin sangat Anda perlukan, khususnya jika Anda  ingin membuat jaringan dengan biaya murah tapi handal. Artikel ini  membahas tentang cara pemasangan kabel UTP dan jaringan LAN, khususnya  yang terdiri lebih dari 2 client, yang pakai hub (jauh lebih  murah  ketimbang router).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langsung saja ya! Apa sih kabel UTP itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabel UTP itu  adalah kabel khusus buat transmisi data.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded  karena  kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut  twisted pair  soalnya di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun  spiral alias saling  berlilitan. Ada 5 kategori kabel UTP. Dari kategori  1 sampai kategori 5. Untuk  jaringan komputer yang terkenal adalah  kategori 3 dan kategori 5.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kategori 3 bisa untuk transmisi data sampai 10 mbps, sedang kategori 5  sampai  100 mbps. Nah kalo cuma buat misal bikin jaringan komputer di  kantor atau di kampus  atau warnet, paling ngirit ya pake yang kategori  3. Udah lebih dari cukup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada banyak merek kabel ini yang beredar di pasaran, cuma yang  terkenal  bandel dan relatif murah adalah merek Belden – made in USA.  Per meternya  berkisar dari Rp. 1500 – 2000,- Kalau mau jatuh murah dan  pakenya banyak beli  aja yang satu kotak, panjangnya sekitar 150meteran.  Jangan lupa beli  konektornya. Konektornya tuh bentuknya kayak colokan  telepon cuman lebih besar.  Bilang aja mo beli konektor RJ-45. Harganya  klo ngecer sekitar Rp.2500,- an&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Alat-alat Yang Digunakan Dalam Pemasangan Kabel LAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;strong&gt;1. Crimp Tool &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alat ini adalah alat yang sangat penting, kamu harus punya tang  khusus buat  masang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya “crimp  tool”. Ini alat gunanya  buat ‘ngematiin’ ato ‘nanem’ ato apalah  istilahnya itu konektor ke kabel UTP.  Jadi sekali udah di ‘tang’ udah  ga bisa dicopot lagi itu konektor. Harganya  memang agak mahal dibanding  tang biasa. Antar Rp.75rb – 150rb. Dan klo mo lebih  ok, biar ga  nanggung tambah duit lagi sekitar 125rban buat beli lan tester.  belinya  yang merek dari taiwan aja. lebih murah. bentuknya tuh kayak kotak, dan   ada lampu lednya 8 pasang, bisa kedap kedip.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;OK sekarang peralatan udah siap, gue mulai aja. Secara umum  pemasangan kabel  UTP ada 2 tipe, tipe straight dan tipe cross. Disebut  tipe straight soalnya  masing masing kabel yang jumlahnya 8 itu  berkorespondensi 1-1, langsung.  Sedangkan disebut cross soalnya ada  persilangan pada susunan kabelnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lanjut!! Untuk tipe straight itu digunakan buat nyambungin dari  client ke hub.  Sedangkan untuk tipe cross untuk client langsung ke  client (cpu to cpu) ato dari  hub ke hub.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita bahas dulu yang tipe straight&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Urutan pin tipe straight&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tipe ini paling  gampang dibuat. Kenapa? Soalnya langsung  korespondensinya 1-1. Standar urutannya  sih begini (dilihat dari  bolongannya konektor, dari kiri ke kanan – lihat foto  disamping) : 2  orange – 1 ijo – 2 biru – 1 ijo – 2 coklat . 2 orange disini  maksudnya  pasangan orange muda sama orange tua, dst. Tapi ga usah ikut standar   pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan  kabelnya. Misal  ujung sini urutan pin pertamanya orange muda, maka  ujung yang lain urutan ping  pertamanya juga harus orange muda. jadi  antar ujung saling nyambung. Sebenarnya  tidak semua pin tersebut  digunakan. Yang penting adalah pin nomor 1,2,3 dan 6.  Jadi misal yang  disambung cuman pin 1,2,3 dan 6 sedangkan pin yang lain tidak  dipasang,  tidak jadi soal.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;strong&gt;Straight Tru dan cross pin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Yang kiri urutan korespondensi buat tipe  straigh, yang kanan yang cross&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah waktu mo pasang kamu potong ujung kabelnya, trus susun kabelnya  trus  ratain pake piso potong yang ada di crimp tool. Kamu ga perlu  repot repot harus  ngelepasin isolasi pada bagian ujung kabel, soalnya  waktu kamu masukin itu kabel  ke konektor trus di gencet pake crimp  tool, sebenarnya saat itu pin yang ada di  konektor nembus mpe dalem  kabel. Perhatikan, agar gencetnya yang keras. soalnya  klo ga keras  kadang itu pin ga tembus ke dalam isolasi kabelnya. Kalo udah trus  kamu  tes pake lan tester. Masukin ujung ujung kabel ke alatnya, trus  nyalain,  klo lampu led yang di lan tester nyala semua, dari nomor 1 mpe  8 berarti kamu  sukses. Klo ada salah satu yang ga nyala berarti  kemungkinan pada pin nomor  tersebut ada masalah. Cara paling mudah  yaitu kamu gencet lagi pake tang.  Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalo  udah kamu gencet kok masih ga nyambung,  coba periksa korespondensinya  antar pin udah 1-1 blon.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;strong&gt;2. LAN TESTER&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;LAN TESTER – alat buat ngecek kabelnya nyambungnya bener ato  ga. Untuk tipe straight klo bener ntar dari led 1 mpe 8 berkedip.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut adalah foto dari bawah dari ujung kabel UTP yang udah  dipasangi  konektor dan berhasil dengan baik (urutan pewarnaan pinnya  ikut standar):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh konektor RJ45 yang udah dipasang di kabel UTP dan berhasil dengan  baik&lt;br /&gt;urutan pin standar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan klo yang ini ga standar, coba perhatiin urutan warna pinnya… ga  standar  banget. tapi tetep aja bisa, yang penting korespondensinya satu  satu (khusus  tipe straight):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh konektor RJ45 yang udah dipasang di kabel UTP dan berhasil dengan baik  – TIDAK STANDAR&lt;br /&gt;urutan pin TIDAK standar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang Tipe Cross&lt;br /&gt;Untuk tipe cross itu dipake buat nyabungin langsung  antar 2 pc, ato  yang umumnya buat nyambungin antar hub. (misal karena colokan di  hubnya  kurang). Cara pasangnya juga sebenarnya gampang. sama seperti tipe   straight, pin yang dipake juga sebenarnya cuman 4 pin aja, pin 1-2-3 dan  6. Nah  yang beda pas pasangnya. Klo di tipe cross, pin 1 nyambung ke  pin 3 ujung yang  lain. pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Jelasnya  coba deh liat “Gambar 5″.  Praktisnya gini, di ujung pertama kamu susun  pinnya sesuai standar buat yang  tipe “straight” nah di ujung yang laen  kamu susun pinnya sesuai standar buat  tipe “cross”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;masih bingung ? gini deh gampangnya:&lt;br /&gt;ujung pertama:&lt;br /&gt;1: orange  muda&lt;br /&gt;2: orange tua&lt;br /&gt;3: ijo muda&lt;br /&gt;4: biru muda&lt;br /&gt;5: biru tua&lt;br /&gt;6: ijo  tua&lt;br /&gt;7: coklat muda&lt;br /&gt;8: coklat tua&lt;/p&gt; &lt;p&gt;maka diujung yang lain harus begini:&lt;br /&gt;1: ijo muda&lt;br /&gt;2: ijo tua&lt;br /&gt;3:  orange muda&lt;br /&gt;4: biru muda&lt;br /&gt;5: biru tua&lt;br /&gt;6: orange tua&lt;br /&gt;7: coklat  muda&lt;br /&gt;8: coklat tua&lt;/p&gt; &lt;p&gt;agak ngerti kan? jadi disini posisi nomor 1,2,3 ma 6 yang dituker..  Nah ntar  klo pas di tes pake LAN tester ntar led 1,2,3, ma 6 saling  bertukar. Klo tipe  straight kan nyalanya urutan, nah klo tipe cross ada  yang lompat lompat. Tapi  yang pasti kudu nyala semua tiap led dari  nomor 1 mpe 8.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5679260488441065969-8396951989671134699?l=studyft.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyft.blogspot.com/feeds/8396951989671134699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/tipe-jaringan-lan-dan-care.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/8396951989671134699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/8396951989671134699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/tipe-jaringan-lan-dan-care.html' title='TIPE JARINGAN LAN DAN CARE PEMASANGANNYA'/><author><name>ALFIYAN BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02900870774894045009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5679260488441065969.post-249400053456719633</id><published>2010-08-01T22:42:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T22:43:59.497-07:00</updated><title type='text'>TIPE JARINGAN WIRELESS</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan  nirkabel dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yang berbeda  berdasarkan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;strong&gt;1.   Wireless Wide Area Networks (WWAN)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;Teknologi WWAN memungkinkan pengguna  untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat.  Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti  kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem  satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasi.  Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan sistem 2G (second generation).  Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile  Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga Code  Division Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan untuk  transisi dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang akan segera  menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global juga. ITU  juga secara aktif mempromosikan pembuatan standar global bagi teknologi  3G.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;strong&gt;2.   Wireless Metropolitan Area Networks (WMAN)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;Teknologi WMAN memungkinkan pengguna  untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu  area metropolitan, contohnya antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu  kota atau pada kampus universitas. Hal ini dapat dicapai tanpa biaya  serat optik atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. Sebagai  tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang  berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel  tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya  inframerah untuk mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel broadband  yang memberikan pengguna dengan akses berkecepatan tinggi merupakan hal  yang banyak diminati saat ini. Meskipun ada beberapa teknologi yang  berbeda, seperti Multichannel Multipoint Distribution Service (MMDS) dan  Local Multipoint Distribution Services (LMDS) digunakan saat ini,  tetapi kelompok kerja IEEE 802.16 untuk standar akses nirkabel broadband  masih terus membuat spesifikasi bagi teknologi-teknologi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;strong&gt;3.   Wireless Local Area Networks (WLAN)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk  membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal.  Contohnya dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area  publik, seperti bandara atau kafe. WLAN dapat digunakan pada kantor  sementara atau pada tempat dimana instalasi kabel permanen tidak  diperbolehkan. WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang  sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang  berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan dengan dua  cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network  card radio atau eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel  yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan network  backbone yang ada. Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad  hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat,  dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point,  jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan. Pada tahun  1997, IEEE menerima standar 802.11 untuk WLAN, dimana menspesifikasikan  suatu transfer data rate 1 sampai 2 Megabits per second (Mbps). Pada  Standar 802.11b yang merupakan standar baru yang dominan saat ini, data  ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2,4  Gigahertz (GHz). Standar lainnya adalah 802.11a, dimana  menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui  frekuensi 5 GHz.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;strong&gt;4.   Wireless Personal Area Networks (WPAN)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk  membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana,  seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Saat ini, dua teknologi kunci  dari WPAN adalah Bluetooth dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan  teknologi pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio untuk  mentransmisikan data sampai dengan jarak sekitar 30 kaki. Data Bluetooth  dapat ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi  Bluetooth ini digerakkan oleh suatu badan yang bernama Bluetooth Special  Interest Group (SIG), yang mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi  1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif lainnya untuk menghubungkan peranti  dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), pengguna dapat  menggunakan cahaya infra merah sebagai media pengiriman data.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5679260488441065969-249400053456719633?l=studyft.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyft.blogspot.com/feeds/249400053456719633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/tipe-jaringan-wireless.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/249400053456719633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/249400053456719633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/tipe-jaringan-wireless.html' title='TIPE JARINGAN WIRELESS'/><author><name>ALFIYAN BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02900870774894045009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5679260488441065969.post-3051137617247307659</id><published>2010-08-01T22:41:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T22:42:07.343-07:00</updated><title type='text'>TIPE-TIPE JARINGAN</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;1. Client – server&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Server = komputer yang menyediakan vasilitas  bagi komputer lain di dalam jaringan dan client komponen komputer yang  menerima atau menggunakan vasilitas yang di sediakan oleh server .Server  di dalam client server di sebut dedicate server ,karena murni berperan  sebagai server yang menyediakan vasilitas kepada workstation dan  tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan client – server&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan dan pengelolaan jaringan  dilakukan khusus oleh satu komputer yang tidak di bebani oleh komputer .&lt;br /&gt;-  Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik .Karena terdapat  sebuah komputer yang berfungsi sebagai admministrator yang melindungi  komputer .&lt;br /&gt;- System backup data baik karena backup data terpusat di server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan client – server&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- biaya operasional mahal .&lt;br /&gt;- di perlukan satu komputer khusus yang harus kemampuan yang lebih dari yang lain .&lt;br /&gt;- kelangsungan jaringan sangat tergantung pada komputer server maka semua jaringan akan terganggu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;2. Peer to peer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila  di tinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut ,maka  server di jaringan di peer to peer di sebut nondedicate server ,karena  server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat  berperan sebagai workstation / client&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan peer to peer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- biaya operasional murah.&lt;br /&gt;- Antar komputer dapat berbagi pakai sumber daya seperti hardisk ,printer ,cd rom.&lt;br /&gt;- Kelangsungan kerja tidak tergantung pada server .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan peer to peer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kecepatan akses lama .&lt;br /&gt;- trobelshoting sulit di lakukan .&lt;br /&gt;- sistem keamanan jaringan di atur oleh masing – masing user dengan mengatur keamanan yang dimiliki.&lt;br /&gt;- Karena data tersebar di masing – masing komputer dalam jaringan,maka backup dilakukan oleh masing – masing komputer tersebut .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5679260488441065969-3051137617247307659?l=studyft.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyft.blogspot.com/feeds/3051137617247307659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/tipe-tipe-jaringan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/3051137617247307659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/3051137617247307659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/tipe-tipe-jaringan.html' title='TIPE-TIPE JARINGAN'/><author><name>ALFIYAN BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02900870774894045009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5679260488441065969.post-1550043854849487918</id><published>2010-08-01T22:25:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T22:37:08.527-07:00</updated><title type='text'>DATA SHEET SWITCH "SITECOME"</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Data sheet: WL-160&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P. 1-2.&lt;br /&gt;Product code                                      : WL-160&lt;br /&gt;Product name                                    : Wireless Network Broadband Router 54g&lt;br /&gt;EAN code                                            : 8716502012459&lt;br /&gt;Qty. masterpack/carton                  : 5/20&lt;br /&gt;Giftbox weight                                   : 1296 gr.&lt;br /&gt;Giftbox dimension                             : 250(W) x 100(D) x 170 (H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This Wireless Network Broadband Router functions as the central component in any 2.4 GHz wireless network: one or more&lt;br /&gt;Wireless Network Adapters (PC Card, PCI or USB) can communicate via the Broadband Router, as well as connecting to a&lt;br /&gt;wired network. Thanks to the router function all connected PCs (wired and/or wireless) have full-speed access to the internet via&lt;br /&gt;one internet subscription. The 4 built-in Switch ports can be used to connect extra PCs or network equipment. The Broadband&lt;br /&gt;Router is backwardly compatible with the existing 802.11b standard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Box content:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Wireless Network Broadband Router 54g&lt;br /&gt;• Driver cd rom&lt;br /&gt;• User Manual&lt;br /&gt;• UTP Cable&lt;br /&gt;• Power adapter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;lP Sharing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The NAT/NAPT function lets you share the ADSL line to all the Intranet users (support up to 253 users). It also provides virtual&lt;br /&gt;server and virtual DMZ functions to let your internal servers be accessed from the Internet.&lt;br /&gt;Wireless Access Point&lt;br /&gt;The wireless access point function can let your IEEE 802.11g/b wireless client devices access the Intranet through this router .&lt;br /&gt;DMZ&lt;br /&gt;The DMZ function let you setup your servers in the Intranet and still can provide services to the Internet users.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;System requirements:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• cd rom drive&lt;br /&gt;• Windows ME/2000/XP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;DHCP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Automatically assgin IPs to the Intranet PCs.&lt;br /&gt;Web Confi guration&lt;br /&gt;You can confi gure the router through the friendly Web user interface with a browser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Features&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• NAT/NAPT IP Sharing&lt;br /&gt;• DMZ&lt;br /&gt;• IEEE 802.11g/b Access Point&lt;br /&gt;• Supports 64/128 Bit Key Length WEP Encryption&lt;br /&gt;• Supports DDNS&lt;br /&gt;• VPN Pass Through (IPSec/PPTP)&lt;br /&gt;• Obtain WAN IP by PPPoE/Static IP/PPTP/DHCP&lt;br /&gt;• DHCP Server&lt;br /&gt;• Web User Interface (Remote Confi guration)&lt;br /&gt;• System Status (Port Connectivity)&lt;br /&gt;• Security Log&lt;br /&gt;• Firmware Upgrade&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Specifi cations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Product WL-160&lt;br /&gt;• CPU Realtek RTL8186&lt;br /&gt;• Switch Realtek RTL8305SC (5 Port Switch)&lt;br /&gt;• RF Realtek RTL8225&lt;br /&gt;• Flash 2 MB NOR Flash&lt;br /&gt;• RAM 8 MB SDRAM&lt;br /&gt;• WAN Port 10/100M UTP Port x 1&lt;br /&gt;• LAN Ports 10/100M UTP Port x 4&lt;br /&gt;• Antenna RP-SMA Detachable Antenna&lt;br /&gt;• Power 12V DC, 1A Linear Power Adaptor&lt;br /&gt;• Dimension 30(H)*187(W)*100(D) mm&lt;br /&gt;• Temperature 10~40 oC&lt;br /&gt;• Humidity 10~90% (Non-Condensing)&lt;br /&gt;• Certifi cation FCC Class B, CE Mark, C-Tick&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5679260488441065969-1550043854849487918?l=studyft.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyft.blogspot.com/feeds/1550043854849487918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/data-sheet-switch-sitecome.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/1550043854849487918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/1550043854849487918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/data-sheet-switch-sitecome.html' title='DATA SHEET SWITCH &quot;SITECOME&quot;'/><author><name>ALFIYAN BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02900870774894045009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5679260488441065969.post-6430529940420603096</id><published>2010-08-01T21:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T22:13:10.457-07:00</updated><title type='text'>NETWORK DEVICES</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;strong&gt;1. HUB&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central  connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang  dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer  danmentransmisikannya ke komputer yang lain. Sebuah hub bisa active atau  passive. Active hub bertindak sebagai repeater; ia meregenerasi dan  mengirimkan sinyal yangdiperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai  kotak sambungan; iamembagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk  ditransmisikan ke seluruhnetwork.&lt;br /&gt;Hub adalah central utnuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk  ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif  mudah.Kapabilitas yang disediakan hub central utnuk topologi star dan  mengijinkan computer untuk terkoneksi. Dalam Jaringan komputer kita  perlu hub yang berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi  satu buah kelompok jaringan. Mungkin bila kita hanya akan menghubungkan  dua buah PC kita hanya akan memerlukan Kabel UTP dengan Crimping dengan  metode cross cable. Tapi bagaimana halnya dengan 10 PC ? atau 20 PC ?  disinilah fungsi hub bekerja dimana komputer2 tersebut akan dihubungkin  dengan UTP Straight Cable yang dicolokkan ke port2 yang ada di hub dan  diset dengan IP dengan alamat jaringan yang sama, maka kita akan berada  di dalam jaringan komputer yang terdiri lebih dari 2 buah PC.&lt;br /&gt;Antar hub juga dapat saling berhubungan, ini disebut sebagai chaining  melalui port uplink. Dengan adanya ini maka dapat meningkatkan kinerja  jaringan yaitu dapat mengisolasi suatu komputer dari komputer lain.Hub  akan mengirim paket ke semua komputer yang dihubungkan ke hub tersebut  tetapi switch hanya akan melewatkan paket ke alamat yang dituju. Karena  switch mempunyai kemampuan mendeteksi alamat komputer yang akan dituju.  Jelas disini switch lebih aman dan lebih cepat.&lt;br /&gt;Switch pada saat yang sama dapat menangani lebih dari satu koneksi.  Tentu saja dengan kemampuan lebih seperti ini harga switch lebih mahal  dari pada harga hub. Dengan adanya hub maupun switch sebagai penghubung  maka banyak komputer dapat saling berhubungan. Bila tanpa hub atau  switch untuk menghubungkan dua atau lebih komputer kita gunakan konektor  BNC. Kecepatannya rendah. Tetapi dengan hubungan menggunakan RG45 dan  Ethernet Card yang mendukung serta kemampuan hub ataupun switch yang  mendukung maka kita dapat mendapatkan kecepatan). Hub adalah komponen  dalam jaringan yang menghubungkan REPEATER (bekerja pada Physical  Layer)Digunakan untuk mengatasi keterbatasan (jarak, kualitas sinyal)  fisik suatu segmen jaringan.&lt;br /&gt;Namun dalam membangun jaringan fisik yang besar, perlu diperhatikan  bahwa aturan panjang kabel maksimum tidak dapat dilampaui dengan  menggunakan repeater ini. Contohnya, kabel coaxial 50 ohm pada Ethernet  hanya bisa total sampai 2,3 km dan batasan ini tidak dapat diatasi  dengan menggunakan repeater.&lt;br /&gt;Karena bekerja pada physical layer, repeater tidak dapat menghubungkan  misalnya antara protokol data link layer yang berbeda (misalnya Ethernet  dengan Token Ring). Hal ini disebabkan karena repeater mempunyai bit  korespondensi dengan data link atau network layer.&lt;br /&gt;Hub mempunyai fungsi sebagai repeater, oleh karena itu hub kadang juga disebut sebagai multiport/modular repeater.&lt;br /&gt;Harap diperhatikan, penggabungan dua atau lebih segmen network dengan  menggunakan repeater akan mengakibatkan seluruh traffic data akan  menyebar ke seluruh jaringan, tanpa memandang apakah traffic data tsb  diperlukan atau tidak di seluruh jaringan. Jika jumlah station semakin  banyak, dan traffic data sangat tinggi, maka beban pada backbone  jaringan tentunya akan menjadi berat. Akhirnya kinerja jaringan akan  menurun, dan kelambatan akses akan terasa.&lt;br /&gt;Untuk itulah dalam merancang sebuah network, seorang network  administrator memerlukan pengetahuan dan antisipatif terhadap beban  jaringan yang akan terjadi.&lt;br /&gt;Pengetahuan tentang topologi fisik, logic, manajemen traffic jaringan,  jenis dan karakteristik protocol pada masing-masing physical sampai  dengan application layer sangat diperlukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;2. Switch&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SwitchBiasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token  star.Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk  menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu  dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing,  routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi  dengan komputer lain dalam LAN.&lt;br /&gt;Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukantujuan  MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semuaport,  switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switchdapat  secara drastis mengurangi traffic network.Switch memelihara daftar MAC  address yang dihubungkan ke port-portnyayang ia gunakan untuk menentukan  kemana harus mengirimkanpaketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address  bukan pada IP address,switch secara umum lebih cepat daripada sebuah  router&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;3. Router&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ROUTERRouter bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge.  Perbedaannya, router menyaring (filter) lalu lintas data. Penyaringan  dilakukan bukan dengan melihat alamat paket data, tetapi dengan  menggunakan protokol tertentu. Router muncul untuk menangani perlunya  membagi jaringan secara logikal bukan fisikal.&lt;br /&gt;Sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga  hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa  mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Anda mungkin bingung dengan  definisi di atas, tetapi untuk mudah diingat, Anda menggunakan router  ketika akan menghubungkan jaringan komputer ke jaringan lain. Jaringan  ini bisa berupa jaringan pribadi (LAN/WAN) atau jaringan publik  (Internet).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;4. Bridge&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BRIDGE – bekerja pada Data Link layer (2)Bridge mengatur (melalui  filtering atau forwarding) frame data per segmen, sehingga jika w/s 1  akan mengirim data ke w/s 2, frame tidak akan diteruskan (forward) ke  segmen 2. Hal ini mengakibatkan beban jalur setiap segmen menjadi  optimal, dan overhead traffic pada setiap segmen dapat dikurangi..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5679260488441065969-6430529940420603096?l=studyft.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyft.blogspot.com/feeds/6430529940420603096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/network-devices.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/6430529940420603096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/6430529940420603096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/08/network-devices.html' title='NETWORK DEVICES'/><author><name>ALFIYAN BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02900870774894045009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5679260488441065969.post-4030573043079047107</id><published>2010-07-18T08:23:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T08:29:37.206-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);font-size:130%;" &gt;COPPER MEDIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Copper media&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  &lt;/em&gt;merupakan semua media transmisi data yang terbuat dari bahan  tembaga. Orang biasanya menyebut dengan nama kabel. Data yang dikirim  melalui kabel, bentuknya adalah sinyal listrik (tegangan atau arus)  digital.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jenis-jenis kabel yang dipakai sebagai transmisi data pada jaringan :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Koaksial&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;STP&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;UTP&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kabel Coaxial&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a href="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-39-005.png"&gt;&lt;img class="alignright size-medium wp-image-281" title="coax" src="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-39-005.png?w=252&amp;amp;h=300" alt="" width="252" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV. Disebut juga  sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector). Kabel ini merupakan kabel  yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan  terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data  dengan kecepatan standar .Ada 2 jenis yaitu &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;RG-58&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;10Base2&lt;/span&gt;)  dan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;RG-8&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;10Base5&lt;/span&gt; ). Ada 3 jenis konektor  pada kabel &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Coaxial&lt;/span&gt;, yaitu &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;T konektor&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;I konektor&lt;/span&gt; (socket) dan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;BNC konektor&lt;/span&gt;. Keuntungan menggunakan kabel  koaksial adalah lebih murah dari pada kabel fiber optic dan jarak  jangkauannya cukup jauh dari kabel jenis UTP/STP yang menggunakan  repeater sebagai penguatnya.  Kekurangannya adalah susah pada saat  instalasi, baik installasi konektor maupun kabel. Untuk saat ini kabel  koaksial sudah tidak direkomendasikan lagi intuk instalasi jaringan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-252"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Twisted Pair&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Twisted Pair terdiri dari 2 jenis :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Unshielded Twisted Pair (UTP)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Shielded Twisted Pair (STP)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabel ini terdiri dari &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;4 pasang  kabel yang dipilin&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;twisted  pair&lt;/span&gt;), instalasinya mudah, harganya relatif murah dan cukup  handal.&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_282" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-50-006.png"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-282  " title="stp" src="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-50-006.png?w=300&amp;amp;h=148" alt="" width="300" height="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Shielded  Twisted Pair&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;interferensi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;gelombang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;elektromagnetik  &lt;/span&gt;baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah  mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak  jangkauannya hanya 100m &lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_283" class="wp-caption alignright" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-50-007.png"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-283 " title="utp" src="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-50-007.png?w=300&amp;amp;h=146" alt="" width="300" height="146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Unshielded  Twisted Pair&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan mudah diinstalasi.  Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang  elektromagnetik, dan  jarak jangkauannya hanya 100m.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted Pair, yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Kategori 1 (Cat-1)&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24  pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon  dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Kategori 2 (Cat-2)&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem PBX dan  sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan  bandwidth maksimum 1 MBps.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Kategori 3 (Cat-3)&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat  sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan berfungsi hingga 16  MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan  bandwidth 4 Mbps.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Kategori 4 (Cat-4)&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Token Ring&lt;/span&gt; dengan bandwidth  16 Mbps.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;• &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Kategori 5 (Cat-5)&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth  100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;postingan terkait : &lt;a href="http://muhartin.wordpress.com/2009/03/13/mengenal-jenis-kabel-twisted-pair-shielded-dan-unshielded/"&gt;http://muhartin.wordpress.com/2009/03/13/mengenal-jenis-kabel-twisted-pair-shielded-dan-unshielded/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Optical Media&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_284" class="wp-caption alignright" style="width: 220px;"&gt;&lt;a href="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-55-008.png"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-284 " title="Magical Snap - 2010.01.23  06.55 - 008" src="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-55-008.png?w=210&amp;amp;h=126" alt="" width="210" height="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Bagan  fiber optic&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_285" class="wp-caption alignleft" style="width: 206px;"&gt;&lt;a href="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-55-009.png"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-285 " title="multimode &amp;amp; single mode" src="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-55-009.png?w=196&amp;amp;h=210" alt="" width="196" height="210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;alur  multimode dan single mode&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Ada tiga jenis &lt;em&gt;kabel &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;fiber  optic&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;yang biasanya digunakan, yaitu &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;single mode&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;multi mode&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;plastic optical fiber &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;yang berfungsi sebagai petunjuk  cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. Dari &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;transmitter receiver&lt;/span&gt;, &lt;/em&gt;yang  mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;light-emitting diode&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;ataupun  laser. Kabel &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;fiber optic  single mode&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;merupakan &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;fiber glass&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;tunggal dengan diameter 8.3 sampai 10  mikrometer, memiliki satu jenis transmisi yang dapat mengantarkan data  berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan  membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektrum yang lebih kecil.  Kemampuan kabel jenis &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;single  mode&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;dalam mengantarkan transmisi adalah 50 kali lebih cepat  dari kabel jenis &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;multimode&lt;/span&gt;,  &lt;/em&gt;karena memiliki &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;core &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;yang  lebih kecil sehingga dapat menghilangkan setiap distorsi dan pulsa  cahaya yang tumpang t indih. Kabel &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;fiber optic multimode&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;terbuat dari &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;fiberglass&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;dengan diameter  lebih besar, yaitu 50 sampai dengan 100 mikrometer yang dapat  mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak  menengah. Apabila jarak yang ditempuh lebih dari 3000 kaki, akan  terjadi distorsi sinyal pada sisi penerima yang mengakibatkan transmisi  data menjadi tidak akurat. &lt;em&gt;Sedang &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;plastic optical fiber&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;adalah kabel berbasis plastik  terbaru yang menjamin tingkat performa yang sama dengan &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;fiber glass&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;dalam jarak  pendek dengan biaya yang jauh lebih murah. Saat ini, &lt;em&gt;fiber optic &lt;/em&gt;telah  digunakan sebagai standar kabel data dalam &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;biding physical layer&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;telekomunikasi atau  jaringan, seperti perangkat TV kabel, juga sistem keamanan yang  menggunakan &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Closed Circuit  Television &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;(CCTV)&lt;/span&gt;,  dan lain sebagainya Bahan dasar dari optical media adalah kaca dengan  ukuran yang sangat kecil (skala mikron).Biasanya dikenal dengan nama &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;fibre optic&lt;/span&gt; (serat optic).Data  yang dilewatkan pada medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau  inframerah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu buah kabel fibre optic terdiri atas dua fiber,satu berfungsi  untuk &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Transmit&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tx&lt;/span&gt;) dan satunya untuk &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Receive &lt;/span&gt;(&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Rx&lt;/span&gt;) sehingga komunikasi dengan fibre optic bisa  terjadi dua arah secara bersama-sama (&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;full duplex&lt;/span&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-55-010.png"&gt;&lt;img class="aligncenter size-medium wp-image-286" title="tx &amp;amp; rx" src="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-06-55-010.png?w=300&amp;amp;h=83" alt="" width="300" height="83" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Wireless Network&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_289" class="wp-caption alignright" style="width: 190px;"&gt;&lt;a href="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-07-04-013.png"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-289 " title="wap" src="http://muhartin.files.wordpress.com/2010/01/magical-snap-2010-01-23-07-04-013.png?w=180&amp;amp;h=146" alt="" width="180" height="146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;wireless  access point&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Saat ini sudah banyak digunakan jaringan tanpa kabel (&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;wireless network&lt;/span&gt;), transmisi data  menggunakan sinar infra merah atau gelombang mikro untuk menghantarkan  data. Walaupun kedengarannya praktis, namun kendala yang dihadapi disini  adalah masalah jarak,bandwidth, dan mahalnya biaya. Namun demikian  untuk kebutuhan LAN di dalam gedung, saat ini sudah dikembangkan  teknologi wireless untuk Active Hub (&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Wireless Access Point&lt;/span&gt;) dan Wireless LAN Card (pengganti  NIC), sehingga bisa mengurangi semrawutnya kabel transmisi data pada  jaringan komputer. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Wireless Access  Point&lt;/span&gt; juga bisa digabungkan (&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;up-link&lt;/span&gt;)  dengan ActiveHub dari jaringan yang sudah ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Media transmisi wireless menggunakan gelombang radio frekuensi  tinggi. Biasanya gelombang elektromagnetik dengan frekuensi &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;2.4 Ghz&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;5 Ghz&lt;/span&gt;. Data-data digital yang dikirim melalui  wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5679260488441065969-4030573043079047107?l=studyft.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyft.blogspot.com/feeds/4030573043079047107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/07/copper-media-copper-media-merupakan_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/4030573043079047107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/4030573043079047107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/07/copper-media-copper-media-merupakan_18.html' title=''/><author><name>ALFIYAN BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02900870774894045009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5679260488441065969.post-8239539438931355765</id><published>2010-07-07T22:42:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T22:47:48.615-07:00</updated><title type='text'>MEDIA TRANSMISI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pengertian : Sebuah media yang dapat di gunakan untuk mengirimkan  informasi dari suatu tempat ke tempat lain .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan media  transmisi (pengirim) untuk keperluan komunikasi data tergantung pada  beberapa factor seperti harga, performance jaringan yang dikehendaki,  ada atau tidaknya medium tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam transmisi, bit  merupakan pulsa listrik negatif atau positif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Kategori  Media Transmisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar media transmisi terbagi atas  2 kategori yaitu :&lt;br /&gt;• Guided&lt;br /&gt;• Unguided&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giuded Media&lt;br /&gt;Ada  4 tipe untuk Guided Media :&lt;br /&gt;1. Open Wire&lt;br /&gt;2. Twisted Pair&lt;br /&gt;3.  Coaxial Cable&lt;br /&gt;4. Optical Fibre&lt;br /&gt;5. Wireless&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. open Wire&lt;br /&gt;•  digunakan untuk distribusi listrik&lt;br /&gt;• tidak punya perlindungan  terhadap ganguan noide, pada komunikasi data.&lt;br /&gt;• Hanya dapat di  gunakan untuk komunikasi data bila jaraknya kurang dari 20 ft. (6,1 m)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Kabel Twisted Pair (shielded dan unshielded)&lt;br /&gt;Kabel twisted pair  dapat dibagi menjadi dua macam yaitu shielded yang memiliki selubung  pembungkus dan unshielded yang tidak mempunyai selubung pembungkus.  Kabel ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:&lt;br /&gt;• merupakan  sepasang kabel yang di-twist satu sama lain dengan tujuan untuk  mengurangi interferensi listrik.&lt;br /&gt;• dapat terdiri dari dua, empat,  atau lebih pasangan kabel&lt;br /&gt;• ada dua jenis kabel twisted pair yaitu  UTP (unshielded twisted pair) dan STP (shielded twisted pair)&lt;br /&gt;• dapat  melewatkan signal sampai 10-100 mbps&lt;br /&gt;• hanya dapat menangani satu  channel data (baseband).&lt;br /&gt;• koneksi pada twisted pair biasanya  menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45&lt;br /&gt;• STP lebih tahan interferensi  daripada UTP dan dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi  sampai 100 mbps, namun lebih sulit ditangani secara fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Kabel Koaksial&lt;br /&gt;Kabel ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:&lt;br /&gt;•  paling populer digunakan pada Local Area Network (LAN)&lt;br /&gt;• memiliki  bandwidth yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband  (multiple channel)&lt;br /&gt;• ada bermacam-macam jenis kabel coax seperti  kabel TV, thick, ARCnet, dan thin coax.&lt;br /&gt;• thick coaxial  dikenal  dengan nama 10Base5, biasanya digunakan untuk kabel backbone pada  instalasi jaringan ethernet antar gedung. Kabel ini sulit ditangani  secera fisik karena tidak flexibel dan berat, namun dapat menjangkau  jarak 500 m bahkan 2500 m dengan repeater.&lt;br /&gt;• thin coaxial lebih  dikenal dengan nama RG-58, cheapernet, 10Base2, dan thinnet, biasanya  digunakan untuk jaringan antar workstation. Dapat digunakan untuk  implementasi topologi bus dan ring karena mudah ditangani secara fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Fiber Optic&lt;br /&gt;• Mahal&lt;br /&gt;• Bandwidth lebar&lt;br /&gt;• hampir tidak ada  resistansi dan loss&lt;br /&gt;• tidak bisa di-tap di tengah&lt;br /&gt;• tidak  terganggu oleh cuaca dan panas&lt;br /&gt;• merupakan salah satu kabel utama di  masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wireless&lt;br /&gt;• instalasi mudah dilakukan&lt;br /&gt;•  setiap workstation berhubungan dengan hub atau cosentrator melalui  gelombang radio atau infra merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repeater&lt;br /&gt;Alat yang  digunakan untuk menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan  memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada  segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Dengan adanya repeater  ini jarak antarjaringan komputer dapat dibuat lebih jauh.&lt;br /&gt;Router&lt;br /&gt;•  Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data  melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah  proses yang dikenal sebagai routing.&lt;br /&gt;• Router berfungsi sebagai  penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu  jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch  merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area  Network (LAN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis router&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Secara umum,  router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:&lt;br /&gt;• static router (router  statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang  diset secara manual oleh para administrator jaringan.&lt;br /&gt;• dynamic  router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat  tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga  dengan saling berhubungan dengan router lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi  hub,switch, router&lt;br /&gt;Jaringan komputer berkembang dengan sangat cepat.  Salah satu pemicunya adalah kebutuhan untuk berbagi pakai alat (device)  maupun data baik pada lokasi yang sama ataupun lokasi yang berbeda.  Jaringan komputer yang berada pada lokasi yang sama dengan jarak yang  tidak jauh disebut dengan jaringan komputer local (LAN). Topologi yang  biasa digunakan pada jaringan lokal ini adalah topologi star. Ini  berarti dibutuhkan satu alat tambahan yang disebut dengan hub atau  switch.&lt;br /&gt;• Hub Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi  hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan  yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di  satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di  hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua  komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut.  Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch. Alasan  penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer  data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch mempunyai  kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah  dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Switch Sebuah  alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang  ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan  terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer  Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang  menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan  Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched  Ethernet LAN.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5679260488441065969-8239539438931355765?l=studyft.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyft.blogspot.com/feeds/8239539438931355765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/07/media-transmisi_07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/8239539438931355765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/8239539438931355765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/07/media-transmisi_07.html' title='MEDIA TRANSMISI'/><author><name>ALFIYAN BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02900870774894045009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5679260488441065969.post-7120105493456990420</id><published>2010-07-07T22:24:00.001-07:00</published><updated>2010-07-07T22:48:24.029-07:00</updated><title type='text'>PENGERTIAN CISC DAN RISC</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;CISC (Complex Instructions Set Computer)&lt;br /&gt;RISC  (Reduce Instructions Set Computer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. CISC (Complex Instructions  Set Computer).&lt;br /&gt;Dimana prosesor tersebut memiliki set instruksi yang  kompleks dan lengkap. CISC sendiri adalah salah satu bentuk arsitektur  yang menjalani beberapa instruksi dengan tingkat yang rendah. Misalnya  intruksi tingkat rendah tersebut yaitu operasi aritmetika,  penyimpanan-pengambilan dari memory.&lt;br /&gt;CISC memang memiliki instruksi  yang complex dan memang dirasa berpengaruh pada kinerjanya yang lebih  lambat. CISC menawarkan set intruksi yang powerful, kuat, tangguh, maka  tak heran jika CISC memang hanya mengenal Bahasa Asembly yang sebenarnya  ia tujukan bagi para&lt;br /&gt;Programmer. Oleh karena itu ,CISC hanya  memerlukan sedikit instruksi untuk berjalan.&lt;br /&gt;Sistem Mikrokontroler  selalu terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak  (software). Perangkat lunak ini merupakan deretan perintah atau  instruksi yang dijalankan oleh prosesor secara sekuensial. Instruksi itu  sendiri sebenarnya adalah bit-bit logik 1 atau 0 (biner) yang ada di  memori program. Angka-angka biner ini jika lebarnya 8 bit disebut byte  dan jika 16 bit disebut word.&lt;br /&gt;Deretan logik biner inilah yang dibaca  oleh prosesor sebagai perintah atau instruksi. Supaya lebih singkat,  angka biner itu biasanya direpresentasikan dengan bilangan hexa (HEX).  Tetapi bagi manusia, menulis program dengan angka biner atau hexa  sungguh merepotkan. Sehingga dibuatlah Bahasa Assembler yang  direpresentasikan dengan penyingkatan kata-kata yang cukup dimengerti  oleh manusia.&lt;br /&gt;Bahasa Assembler ini biasanya diambil dari bahasa  Inggris dan presentasinya itu disebut dengan Mnemonic. Masing-masing  pabrik mikroprosesor melengkapi chip buatannya dengan set instruksi yang  akan dipakai untuk membuat program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya pada  Diagaram dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biner     Hexa     Mnemonic&lt;br /&gt;10110110     B6     LDAA&lt;br /&gt;10010111   97      STAA&lt;br /&gt;01001010    4A      DECA&lt;br /&gt;10001010     8A      ORAA&lt;br /&gt;00100110    26      BNE&lt;br /&gt;00000001    01      NOP&lt;br /&gt;01111110     7E      JMP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya Tujuan utama dari arsitektur  CISC adalah melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris  bahasa mesin sedikit mungkin. Hal ini bisa tercapai dengan cara membuat  perangkat keras prosesor mampu memahami dan menjalankan beberapa  rangkaian operasi. Untuk tujuan contoh kita kali ini, sebuah prosesor  CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus, yang kita beri  nama MULT. Saat dijalankan, instruksi akan membaca dua nilai dan  menyimpannya ke 2 register yag berbeda, melakukan perkalian operan di  unit eksekusi dan kemudian mengambalikan lagi hasilnya ke register yang  benar. Jadi instruksi-nya cukup satu saja, Sedangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. RISC  (Reduce Instructions Set Computer)&lt;br /&gt;Adalah Prosesor tersebut memiliki  set instruksi program yang lebih sedikit. Karena perbedaan keduanya ada  pada kata set instruksi yang kompleks atau sederhana (reduced). RISC  lahir pada pertengahan 1980,&lt;br /&gt;kelahirannya ini dilator belakangi untuK  CISC. Perbedaan mencolok dari kelahiran RISC ini adalah tidak ditemui  pada dirinya instruksi Assembly atau yang dikenal dengan Bahasa Mesin  sedangkan itu banyak sekali di jumpai di CISC.&lt;br /&gt;Konsep Arsitektur RISC  banyak menerapkan proses eksekusi pipeline.&lt;br /&gt;Meskipun jumlah perintah  tunggal yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan yang diberikan  mungkin lebih besar, eksekusi secara pipeline memerlukan waktu yang  lebih singkat daripada waktu untuk melakukan pekerjaan yang sama dengan  menggunakan perintah yang lebih rumit. Mesin RISC memerlukan memori yang  lebih besar untuk mengakomodasi program yang lebih besar.&lt;br /&gt;Salah satu  contoh adalah IBM 801 adalah prosesor komersial pertama yang  menggunakan pendekatan RISC. Untuk lebih lanjut memahami RISC, diawali  dengan tinjauan singkat tentang karakteristik eksekusi Instruksi yaitu  Aspek komputasi yang ditinjau dalam merancang mesin RISC adalah sbb.:&lt;br /&gt;&gt;&gt;Operasi-operasi  yang dilakukan:&lt;br /&gt;Hal ini menentukan fungsi-fungsi yang akan dilakukan  oleh CPU dan interaksinya dengan memori.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Operand-operand  yang digunakan:&lt;br /&gt;Jenis-jenis operand dan frekuensi pemakaiannya akan  menentukan organisasi memori untuk menyimpannya dan mode pengalamatan  untuk mengaksesnya.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Pengurutan eksekusi:&lt;br /&gt;Hal ini akan  menentukan kontrol dan organisasi pipeline.&lt;br /&gt;Salah satu jenis dari  arsitektur, dimana Superscalar adalah sebuah Uniprocessor yang dapat  mengeksekusi dua atau lebih operasi scalar dalam bentuk paralel.  Merupakan salah satu rancangan untuk meningkatkan kecepatan CPU.  Kebanyakan dari komputer saat ini menggunakan mekanisme Superscalar ini.&lt;br /&gt;Standar  Pipeline yang digunakan adalah untuk pengolahan bilangan matematika  integer (bilangan bulat, bilangan yang tidak memiliki pecahan),  kebanyakan CPU juga memiliki kemampuan untuk pengolahan untuk data  Floating Point (bilangan berkoma). Pipeline yang mengolah integer dapat  juga digunakan untuk mengolah data bertipe floating point ini, namun  untuk aplikasi tertentu, terutama untuk aplikasi keperluan ilmiah CPU  yang memiliki kemampuan pengolahan floating point dapat meningkatkan  kecepatan prosesnya secara dramatis. Peristiwa menarik yang bisa  dilakukan dengan metoda superscalar ini adalah dalam hal memperkirakan  pencabangan instruksi (brach prediction) serta perkiraan eksekusi  perintah (speculative execution). Peristiwa ini sangat menguntungkan  buat program yang membutuhkan pencabangan dari kelompok intruksi yang  dijalankankannya. Program yang terdiri dari kelompok perintah bercabang  ini sering digunakan dalam pemrograman.&lt;br /&gt;Contohnya dalam menentukan  aktifitas yang dilakukan oleh suatu sistem berdasarkan umur seseorang  yang sedang diolahnya, katakanlah jika umur yang bersangkutan lebih dari  18 tahun, maka akan diberlakukan instruksi yang berhubungan dengan umur  tersebut, anggaplah seseorang tersebut dianggap telah dewasa, sedangkan  untuk kondisi lainnya dianggap belum dewasa. Tentu perlakuannya akan  dibedakan sesuai dengan sistem yang sedang dijalankan. Lalu apa yang  dilakukan oleh CPU untuk hal ini? Komputer akan membandingkan nilai umur  data yang diperolehnya dengan 18 tahun sehingga komputer dapat  menentukan langkah dan sikap yang harus diambilnya berdasarkan hasil  perbandingan tersebut. Sikap yang diambil tentu akan diambil berdasarkan  pencabangan yang ada.&lt;br /&gt;Pada CPU yang mendukung perintah pencabangan  ini, CPU membutuhkan lumayan banyak clock cycle, mengingat CPU  menempatkan semuanya pada pipeline dan menemukan perintah berikutnya  yang akan dieksekusinya. Sirkuit untuk branch prediction melakukan  pekerjaan ini bekerja sama dengan pipeline, yang dilakukan sebelum  proses di ALU dilaksanakan, dan memperkirakan hasil dari pencabangan  tersebut. Jika CPU berfikir bahwa branch akan menuju suatu cabang,  biasanya berdasarkan pekerjaan sebelumnya, maka perintah berikutnya  sudah dipersiapkan untuk dieksekusi berikut datadatanya, bahkan dengan  adanya pipeline ini, bila tidak diperlukan suatu referensi dari  instruksi terakhir, maka bisa dilaksanakan dengan segera, karena data  dan instruksi yang dibutuhkan telah dipersiapkan sebelumnya.. Dalam hal  speculative execution, artinya CPU akan menggunakan melakukan  perhitungan pada pipeline yang berbeda berdasarkan kemungkinan yang  diperkirakan oleh komputer. Jika kemungkinan yang dilakukan oleh  komputer tepat, maka hasilnya sudah bisa diambil langsung dan tinggal  melanjutkan perintah berikutnya, sedangkan jika kemungkinan yang  diperkirakan oleh komputer tidak tepat, maka akan dilaksanakan  kemungkinan lain sesuai dengan logika instruksi tersebut. Teknik yang  digunakan untuk pipeline dan superscalar ini bisa melaksanakan Branch  Prediction dan speculative execution tentunya membutuhkan ekstra  transistor yang tidak sedikit untuk hal tersebut. Sebagai perbandingan,  komputer yang membangkitkan pemrosesan pada PC pertama yang dikeluarkan  oleh IBM pada mesin 8088 memiliki sekitar 29.000 transistor. Sedangkan  pada mesin Pentium III, dengan teknologi superscalar dan superpipeline,  mendukung branch prediction, speculative execution serta berbagai  kemampuan lainnya memiliki sekitar 7,5 juta transistor. BeberapA CPU  terkini lainnya seperti HP 8500 memiliki sekitar 140 juta transistor.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5679260488441065969-7120105493456990420?l=studyft.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyft.blogspot.com/feeds/7120105493456990420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/07/pengertian-cisc-dan-risc_07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/7120105493456990420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5679260488441065969/posts/default/7120105493456990420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyft.blogspot.com/2010/07/pengertian-cisc-dan-risc_07.html' title='PENGERTIAN CISC DAN RISC'/><author><name>ALFIYAN BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02900870774894045009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
